Kamis, 31 Januari 2019

Selamat datang diblog kami, kali ini kami akan menyampaikan infomasi tentang Langkah Langkah Mudah Mencegah Demam Berdarah.
DBD (Demam Berdarah Dengue), atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Untuk mencegah demam berdarah, biasanya dilakukan penyemprotan atau fogging untuk mencegah jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Namun, pencegahan juga tetap harus Anda lakukan sendiri di rumah. Berikut 5 cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah demam berdarah.

1. Bersihkan bak mandi Anda seminggu sekali

Air merupakan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti . Nyamuk betina bertelur pada dinding bak yang terisi air, larva nyamuk kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme yang hidup di sekitarnya. Selama masa ini, larva nyamuk akan melepaskan kulit pelindung mereka dan berkembang biak hingga mencapai tahap terakhir. Ketika larva nyamuk sudah cukup kuat, selanjutnya larva akan berubah menjadi pupa. Pada tahap pupa, tidak dibutuhkan makanan. Pupa hanya akan mengalami perubahan bentuk hingga akhirnya menjadi nyamuk biasa yang siap terbang.

 2. Perhatikan perabotan rumah tangga Anda yang menampung air

Baskom berisi air, vas bunga, ember, dan wadah lain yang dapat menampung air berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang. Rajin-rajinlah membersihkan tempat-tempat tersebut setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk pembawa demam berdarah.

3. Gunakan kasa nyamuk

Kasa nyamuk berguna untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar rumah. Anda bisa memasang kasa nyamuk ini pada pintu dan jendela Anda. 

4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama
Sesekali perhatikanlah gantungan baju Anda di balik pintu. Baju kotor yang menumpuk dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Memang tumpukan baju kotor bukan tempat nyamuk berkembang biak, tetapi merupakan tempat favorit nyamuk hinggap. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang telah dipakai, letakkan baju pada tempat yang bersih dan tertutup.

5. Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu

Ketika Anda hendak bepergian, jangan lupa gunakan lotion anti nyamuk terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutup oleh pakaian. Namun tidak hanya saat bepergian, Anda tetap harus melindungi diri dari gigitan nyamuk ketika sedang tidur karena nyamuk demam berdarah aktif pada malam hari hingga menjelang subuh.
Selain menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur juga dapat membantu menghindari gigitan nyamuk dan mencegah demam berdarah.

terimakasih sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfat untuk kalian semua.





















Selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampikan informasi tentang 5 Cara Alami Agar Anak Mau Makan Banyak dan Sehat.
Masalah nafsu makan menjadi hal yang dialami banyak Mama. Kurangnya nafsu makan membuat Mama bingung apalagi anak yang gemar memilih makanan. Ternyata ada banyak faktor yang memengaruhi nafsu makan anak seperti masalah pencernaan. Untuk itu, ada beberapa cara meningkatkan nafsu makan yang tentunya dilakukan secara alami.

1.Lemon

Salah satu penyebab anak yang kurang nafsu makan ialah kuman yang ada di saluran pencernaan. Perasan lemon merupakan cairan alami yang baik untuk detoksifikasi. Maka, jus lemon secara efektif dapat menambah nafsu makan. Segelas jus lemon akan membunuh semua kuman dan racun dalam tubuh. Lemon juga baik untuk kelancaran sistem pencernaan anak.

2.Jahe

Bahan alami lain yang juga dapat meningkatkan nafsu makan ialah jahe. Biasanya salah satu faktor yang membuat anak enggan makan ialah rasa mual atau susah menelan. Kondisi ini sangat mungkin terjadi pada anak yang sedang sakit. Jika anak tidak suka dengan rasa jahe, Mama bisa mencampur air rebusan jahe dengan lemon dan madu. Minum jahe di pagi hari dapat menyembuhkan nafsu makan.
 
3.Buah-buahan kering dan kacang-kacangan

Ternyata, Mama bisa menggunakan buah-buahan kering dan kacang-kacangan pada anak di saat waktu camilan. Camilan yang sehat dapat membuat anak tetap nafsu makan jika pada di jam makan. Jika Mama memberinya camilan dengan gula, maka si kecil tidak akan memiliki keinginan untuk makan. Buah-buahan kering dan kacang-kacangan juga membantu tubuh anak tetap sehat dan tidak mengalami kenaikan berat badan.
 
 4.Buah pepaya
Mama bisa memberi si kecil buah yang dapat meningkatkan nafsu makan. Salah satu buahnya ialah pepaya. Pepaya merupakan buah yang merangsang nafsu makan. Berikan buah ini sebelum makan siang agar saat makan siang mereka dapat makan dengan lahap dan habis. Buah anggur hijau juga bisa Mama berikan untuk meningkatkan nafsu makan.

5. Porsi dan jadwal makan

Cara meningkatkan nafsu makan juga datang dari jadwal makan sehari-hari. Jangan biasakan anak makan dengan jadwal yang tidak teratur. Hal ini akan membuat mereka kenyang karena makanan yang kurang sehat seperti camilan. Selain jadwal, porsi makan yang kecil dan berkala jauh lebih baik dibanding porsi makan besar yang dapat membuat anak tidak nafsu untuk makan.

terimakasih semoga informasi ini bisa bemanfaat untuk bunda bunda yang mempunyai anak yang kurang atau susah makan.

postby.novifitri28








Rabu, 30 Januari 2019

Selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang Tips Dan Cara Menjaga Kesehatan Anak Saat Musim Hujan.
Saaat hujan mulai mengguyur persiapkanlah sejumlah hal ini agar anak anda tidak mudah sakit.
Memang penyakit dapat terjadi kapan saja. Tapi saat musim hujan, munculnya penyakit-penyakit tersebut umumnya mengalami peningkatan. Itu karena penularannya yang lebih cepat dalam kondisi lembap,” kata dr. Sepriani.
Kurangnya paparan sinar matahari juga dapat memengaruhi munculnya penyakit pada musim hujan. “Kondisi ini tak terhindarkan saat musim hujan karena sinar matahari lebih banyak tertutup awan tebal. Padahal sinar matahari, terutama pada pagi hari, sangat baik untuk tubuh.

Tapi Anda tak perlu khawatir. Dengan tips sederhana yang dilansir Smart Parenting ini, Anda dapat membantu menjaga kesehatan anak pada musim hujan:
 
1. Siapkan perlengkapan hujan

Perlengkapan hujan ini meliputi payung, jas hujan, dan sepatu hujan. Bawakan untuk anak Anda agar mereka terlindungi dari basah kuyup, terkena air hujan yang menggenang di jalan-jalan, yang mungkin terkontaminasi dengan berbagai bakteri.

2. Tutup wadah penampungan air

Nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak di air yang tergenang. Itulah mengapa Anda perlu mengosongkan atau menutup wadah penampungan air di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak di dalamnya. Hindari juga gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk, memasang kasa anti nyamuk, dan sebagainya.
 
3. Jaga kebersihan lingkungan

Menjaga lingkungan Anda tetap bersih selama musim hujan mencegah nyamuk dan hewan penyebab penyakit lainnya berkembang biak dan mengerumuni rumah Anda.
 
 4. Pastikan anak minum air bersih

Sejumlah penyakit, seperti diare dan kolera, disebabkan oleh asupan air yang terkontaminasi. Selalu pastikan anak Anda minum air yang bersih dan aman untuk mencegah infeksi dan penyakit.
 

5. Bimbing anak untuk mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar dapat membantu melindungi anak dari kuman dan infeksi virus yang dapat ditularkan melalui berbagai cara (memegang benda-benda milik umum, kontak dengan orang yang sedang sakit, dsb).
 
 6. Vaksinasi

Vaksinasi merupakan salah satu cara terpenting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak. Anda dapat berbicara dengan dokter mengenai vaksinasi yang tepat untuk anak Anda.
 

7. Berikan asupan yang sehat

Makanan yang bernutrisi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Seiring dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, mereka akan tetap terlindungi dari penyakit-penyakit yang berkaitan dengan musim hujan.

oke guys, demikian yang dapat kami sampai kan tentang informasi tips dan cara menjaga  kesehatan anak saat musim hujan. semoga bermnafaat dan dapat membantu bunda bunda untuk menjaga kesahatan si buah hati saat musim hujan.

postby.novifitri28











Selasa, 29 Januari 2019

selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang Langkah Langkah untuk membuat Makanan Sehat Untuk  Anak Balita
Memberikan balita makanan dengan nutrisi seimbang mungkin suatu tantangan. Namun dengan sedikit kesabaran dan kreativitas Ibu, mengonsumsi makanan yang sehat juga bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk anak balita.

Kalori yang dibutuhkan setiap anak itu berbeda-beda, namun menu makan dengan gandum utuh, buah dan sayuran, kaya akan kandungan kalsium dan protein adalah standar yang harus dikonsumsi untuk nutrisi si kecil. Sebaiknya batasi pemberian gula dan garam. Coba tips di bawah ini sehingga anda dapat memberi makanan sehat untuk anak anda sehingga waktu makan si kecil menjadi lebih menyenangkan.

1.Makanan yang Kenyal
  Oatmeal (serat, karbohidrat)
  Pisang (kalium)
  Alpukat (serat, kalium, vitamin C)
  Ubi panggang (vitamin A. kalium)
  Strawberry (vitamin C, kalium, serat, antioksidan)

2.Makanan Beku
Dingin sama dengan menyenangkan, apapun itu. Pastikan apa yang Ibu bekukan berukuran cukup besar untuk dihisap dan mencegah si kecil tersedak). Es lilin buatan sendiri yang dibuat dari 100% jus buah atau sayuran (Ibu juga bisa mencetaknya di cetakan es biasa) Yogurt beku rendah lemak (kalsium)  Smoothie blueberry yang dibuat dengan yogurt dan blueberry beku (kalsium, antioksidan, vitamin C)

3.Makanan yang Berkuah
  Spaghetti gandum utuh (magnesium, serat)
  Sup (suhu ruangan) diminum dengan sedotan
  Sup tomat (vitamin C, kalium, tembaga)
  Sup mie ayam (selenium, protein) 

4.Makanan yang Dicelupkan
  Makanan ini tidak pernah membosankan untuk hampir semua balit
  Potongan buah dengan yogurt vanila rendah lemak (protein, kalsium, riboflavin)
  Wortel kupas dengan hummus (vitamin A, serat, kalsium, zat besi, Brokoli yang sudah dimasak       
  dengan yogurt tanpa rasa dan rendah lemak (kalsium, kalium, vitamin C ,Kacang kapri dengan     saus salad protein, mangan, kalium)


5.Makanan yang Bulat
   Kacang-kacangan (khrom, serat, magnesium)
   Kacang polong yang sudah dimasak (folat, serat, protein)
   Wortel dipotong koin (vitamin A)
   Baso daging kalkun (protein) 

6.Makanan dalam Bentuk Stik (Sticks)
 Keju panggang di roti gandum utuh yang dipotong memanjang (protein, kalsium, serat, riboflavin)
  Stik keju (protein, kalsium)
  Stik wortel (vitamin A)
  Stik roti lapis mentega dan jeli (protein, zat besi, folat, serat)
  Stik ikan (protein)

 
7.Makanan yang Dihias
 Rambut bayam (vitamin A, vitamin C, folat, magnesium)
 Hidung wortel (vitamin A)
  Mata kacang hitam yang sudah dimasak (zat besi, protein)
  Gigi kacang polong yang sudah dimasak (mangan, folat, serat, protein) 


Ajak si kecil untuk membuat karyanya sendiri seperti brokoli bisa menjadi pohon, nasi merah bisa dicetak menjadi gunung!
Tips Lain untuk Memberi Makan Makanan Sehat untuk Anak Balita:

Gunakan bentuk yang lucu.

Pemotong kue, pencetak melon, pemotong pizza dan gelas ukur bisa menjadi alat yang ajaib yang sudah Ibu miliki.

Gunakan wadah yang menarik.
Makanan akan jadi tampak lebih menggoda bagi si kecil jika ini dihidangkan pada pot bunga (yang masih baru) atau di piring yang lucu. Ibu bebas berkreasi.

oke guys, sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat bunda bunda yang mau bikin makan sehat untuk anak anak kalian.
























Senin, 28 Januari 2019

Tips dan Cara Menjaga Kesehatan Anak Di Sekolah

Selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampikan informasi tentang  Tips dan Cara Menjaga Kesehatan Anak Di Sekolah.
Anak tetap sehat dalam setiap kondisi memang tidak lah mudah, apalagi saat anak sedang disekolah. Untuk menjaganya tetap sehat, Anda bisa menerapkan beberapa perilaku sehat saat anak berada disekolah. Salah satu tempat terbaik untuk anak-anak dengan mudahnya jatuh sakit adalah di sekolah, dengan menerapkan beberapa tips cerdas anak Anda akan tetap dapat sehat di sekolah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan baik bagi Anda, atau merapkannya pada pengasuh anak Anda:

1. Beri bekal minuman secukupnya
Seringkali anak tergoda membeli minuman disekolah terutama minuman sejenis sirup, atau minuman bersoda yang diberi zat pewarna, warnanya yang mencolok membuat anak tergiur. Berilah ia pengertian bahwa minuman seperti itu tidak sehat dan bisa membuatnya sakit. Karena itu, siapkan bekal sebotol minuman air mineral di dalam tasnya. Bila anak suka air sirup, katakan agar ia meminumnya di rumah sepulang sekolah. Membawakannya air sirup sebaiknya dihindari untuk mencegahnya kebanyakan mengosumsi gula.

2. Variasi makanan sangat penting
Kadang anak merasa bosan bila menu bikinan anda bentuknya itu-itu aja, tidak heran ia memilih membeli jajan. jadi daya kreatifitas bunda dituntut lo, yakni untuk membuat makanan-makanan unik utnuk menarik perhatiannya.

3. Batasi memberikan uang saku
Dengan memberikan uang saku yang berlebihan, akan mendorong anak untuk konsumtif mereka akan merasa memiliki kemampuan untuk membeli apapun yang diinginkan, meskipun berbahaya bagi kesehatannya. Karena itu sebaiknya batasi uang saku, agar ia membeli hanya sesuai kebutuhannya saja.

4. Berikan vitamin secukupnya
Aktivitas anak yang padat seringkali membuat daya tahan tubuhnya menurun, apalagi setelah pulang sekolah, masih harus mengikuti serangkaian kursus atau ekstrakurikuler lainnya Karena itu sangat penting memberikan tambahan vitamin untuk memperkuat stamina tubuhnya.

5. Menjelaskan bahaya jajan sembarangan
Anak jaman sekarang sering kali tidak bisa menerima begitu saja larangan yang diberikan orang tuanya, karena itulah perlu memberikan penjelasan yang bisa dimengerti mereka mengapa dilarang membeli jajanan atau makanan sembarangan. Penjelsan sederhana, sebaiknya juga di beri gambaran atau contoh kongkrit, seperti banyaknya berita TV anak mengalami diare, maka anak akan memahami dan akhirnya mau menghindarinya. 

oke guys, sekian informasi yang saya sampaikan semoga bermanfaat.

Senin, 21 Januari 2019

Langkah Langkah Praktis Yang Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampikan informasi tentang Langkah Langkah Praktis Yang Ampuh Menjaga Kesehatan Anak


 Balita adalah usia saat anak sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi berbagai hal. Si Kecil bukan hanya senang mempelajari benda-benda yang ada di rumah, melainkan juga di lingkungan sekitarnya. Sebagian anak mungkin sedang senang-senangnya bermain di luar rumah seperti bersepeda, berlari-larian, dan melakukan permainan outdoor lain bersama kawan-kawannya. Saking aktifnya si Kecil bermain, Mam mungkin sampai mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak.
 Sebenarnya, bermain adalah kebutuhan penting bagi si Kecil, sebagaimana makan sehat dan tidur cukup. Dengan bermain, si Kecil belajar mengembangkan imajinasi, kreativitas, kemampuan sosial, serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Tak perlu resah bila si Kecil terlihat begitu bersemangat bermain ya, Mam. Cukup perhatikan asupan gizi, kebutuhan  tidur, serta kebersihannya saja untuk menjaga kesehatan anak. 
Mam juga bisa memberikan S-26 Procal dengan Nutrissentials, susu pertumbuhan yang diformulasikan khusus untuk si Kecil saat usia 1-3 tahun. Susu ini mengandung protein, AA, DHA, omega 3, omega 6, nukleotida, serta sejumlah vitamin dan mineral yang penting bagi pertumbuhan si Kecil. Berbagai zat gizi dalam susu pertumbuhan ini dapat membantu Mam mendukung langkah awal kepintaran si Kecil. Selain itu, S-26 Procal memiliki rasa vanila lezat yang juga pasti akan si Kecil sukai.
 
Pada umumnya, ada beberapa hal yang umum menyebabkan anak mudah sakit, yaitu:
Masalah Kekebalan Tubuh
Ini bisa terjadi pada anak yang memiliki kelainan bawaan sejak lahir, seperti penderita alergi (mekanisme imun di tubuhnya berlebihan). Namun, anak tanpa kelainan bawaan pun bisa mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Muzal Kadim SpA(K) mengatakan, saluran cerna adalah benteng kesehatan anak. Ini karena di saluran cerna terdapat sekitar 80 persen sel yang menghasilkan antibodi. Saluran cerna berfungsi sebagai sistem perlindungan (pertahanan) terdepan untuk menghadapi mikroorganisme patogen, serta mengatur sistem pertahanan tubuh agar lebih toleran terhadap alergen. Jadi, pastikan Mam memberikan asupan makanan bergizi kepada si Kecil sebagai langkah utama dalam memperkuat kekebalan tubuhnya.

 Paparan Lingkungan
Lingkungan yang kurang higienis merupakan sumber virus dan bakteri yang kerap mengganggu kesehatan anak. Lingkungan yang paling umum menularkan penyakit kepada anak balita adalah sekolah. Bila ada salah satu teman di sekolah si Kecil sedang sakit, kemungkinan besar akan menular kepada anak-anak lain. Hal ini karena anak yang sakit belum paham mengenai tindakan perlindungan agar penyakitnya tidak menyebar ke teman-temannya.

Infeksi
Infeksi biasanya ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh anak (demam). Penyebab infeksi umumnya bakteri dan virus. Si Kecil bisa menderita infeksi antara lain bila mengalami kontak langsung dengan sumber infeksi (misalnya, ketika bermain dengan temannya yang sudah sakit). Sebuah penelitian menyebutkan, anak yang mengikuti prasekolah memiliki risiko mengalami infeksi 1,5-3 kali lebih besar dibandingkan anak yang tinggal di rumah.Menjaga kesehatan anak sangatlah penting agar proses pertumbuhan dan perkembangannya berjalan lancar dan optimal. Agar si Kecil senantiasa sehat, Mam dapat mempraktikkan berbagai kiat praktis untuk menjaga kesehatan anak berikut:

1. Memberikan Makanan Bergizi
Pastikan si Kecil mendapat asupan gizi sesuai kebutuhan perkembangannya, Mam. Melalui sehat makan yang sehat, daya tahan tubuh anak si Kecil menjadi kuat untuk menangkal penyakit. Unsur gizi yang penting bagi pertumbuhan sekaligus kesehatan anak adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Komposisi gizi yang dianjurkan adalah 50-70 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak, dan 10-15 persen protein.

2. Menjaga Kebersihan
Selain dari asupan makanan, daya tahan tubuh kuat juga bisa didapat dengan menjaga kebersihan diri. Ajari si Kecil untuk memahami pentingnya hal ini, Mam. Caranya antara lain dengan membiasakan anak mencuci tangan setiap akan dan selesai makan, setiap selesai buang air kecil maupun besar, mandi dua kali sehari, menggosok gigi pagi dan malam, serta mencuci kaki setiap mau tidur. 

3. Aktif Bergerak
Gaya hidup aktif tidak hanya penting untuk orang dewasa. Anak-anak pun harus banyak beraktivitas fisik guna memperkuat daya tahan tubuhnya. Jadi, pastikan Mam memberikan waktu bagi si Kecil untuk aktif bergerak minimal satu jam dalam sehari. Misalnya, dengan membiarkannya berlarian, menari, berayun, atau bermain di luar ruangan bersama teman-temannya. Bila anak aktif bergerak, aliran darah di tubuh si Kecil akan menjadi lancar, ia terhindar dari obesitas, dan kekebalan tubuhnya pun baik. 

4. Tidak Jajan Sembngan
Salah satu kebiasaan yang dapat membuat daya tahan tubuhnya menurun adalah jajan sembarangan. Dengan membeli makanan maupun minuman yang tak terjamin kebersihannya, si Kecil menjadi berisiko untuk terserang bakteri.
Memang tidak mudah meminta si Kecil untuk tidak jajan ya, Mam. Namun, Mam tetap perlu mengingatkan si Kecil untuk menghentikan kebiasaan ini agar ia tidak mudah sakit. Solusi lain adalah dengan selalu membawakan si Kecil bekal saat ke sekolah. Ini agar si Kecil memiliki camilan sehat dan lebih terjamin kebersihannya. Contoh penyakit yang sering diderita anak akibat kebiasaan jajan sembarangan adalah diare.

5. Patuhi Jadwal Imunisasi
Anak balita mempunyai jadwal imunisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pastikan Mam mematuhi jadwal tersebut agar kekebalan tubuh si Kecil terbentuk dan meminimalkan risiko terpapar penyakit yang telah diimunisasi. Daftar imunisasi yang diwajibkan pemerintah untuk diberikan kepada setiap anak adalah hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT. Mam, pastikan untuk melihat panduan lain dalam menjaga kesehatan anak lihat di sini, ya.

oke guys, sekian informasi yang saya dapat sampaikan semoga bermanfaat.

post by.novifitri28



Kamis, 17 Januari 2019

Damapak Bahaya Merokok bagi Anak Usia Dini.

Selmat datang diblog kami kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang Damapak Bahaya Merokok bagi Anak Usia Dini.

Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, karena di dalamnya mengandung zat-zat yang sangat berbahaya, seperti nikotin, sianida, cadium, methanol, amnonia, karbondioksida, dan lain-lain. Dari situ kita bisa melihat bahwa merokok dapat menyebabkan kematian. Bahkan dari beberapa pakar kesehatan ada yang mengatakan, merokok dapat mengurangi nyawa seseorang sedikit demi sedikit.

Sering kita jumpai dikalangan perokok bukan hanya dari orangtua saja, tetapi anak-anak pun sudah mulai mengonsumsinya. Tempat yang sering kita jumpai bagi para perokok diusia dini antara lain tempat borjo, angkringan atau di warnet. Hal ini tentunya menjadi salah satu keperihatinan bagi kita semua, karena para perokok diusia dini semakin banyak dan tidak memikirkan bagaimana penyakit atau dampak dari rokok bagi kesehatan.

Sebut saja (RN). Dia adalah anak yang baru berusia 10th tetapi dia adalah perokok berat. Anak tersebut sehari bisa menghabiskan sekitar 1 bungkus rokok per harinya. Dia tidak pernah berfikir bahwa rokok itu hanya akan mengkakibatkan kerusakan atau terkena penyakit yang terjadi pada kesehatannya. Di dalam benaknya, dengan mengonsumsi rokok bisa menciptakaan rasa kenikmatan, ketenangan pada dirinya. 

 Ketika ditanya, apa orangtuanya mengetahui kalau ia seoarang perokok berat? RN menjawab tidak. Karena jika sampai orangtuanya tahu kalau ia perokok berat, maka dirinya akan dihukum.

Dari contoh tersebut dapat dikatakan banyak sekali faktor yang mempengaruhi agar dirinya mengonsumsi rokok. Bisa dipengaruhi faktor sosial atau lingkungan, dimana karakter seseorang banyak dibentuk oleh lingkungan sekitar, baik dari keluarga, tetangga, ataupun teman pergaulannya.
 
Rokok sudah menjadi makanan sehari-hari oleh para kalangan anak usia dini. Dikarenakan rokok sudah seperti sumber ketenangan pada dirinya, padahal rokok sangat berbahaya sekali untuk kesehatannya.

Jumlah perokok dikalangan usia dini semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Keadaan ini tentunya sangat memprihatinkan, karena bukan hanya perokok usia dini saja yang membahayakan kesehatannya, tetapi mereka yang menghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok akan jauh lebih besar bahayanya apabila tercium (perokok pasif). (mar)

oke guys, terimakasih sekian informasi yang dapat kami samapaikan semoga bermanfaat.





 








Langkah Cepat untuk Menurunkan Demam Anak

Selamat datang di blog kami, kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang Langkah Cepat untuk Menurunkan Demam Anak Anda 

Demam merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh anak. Pada anak sehat, demam biasanya bukan menjadi suatu masalah yang serius. Demam adalah tanda bahwa tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi yang ingin menyerang anak. Tidak semua demam harus diobati ke dokter, kadang Anda bisa mengatasi demam anak dengan pengobatan rumahan saja. Namun, demam tinggi membuat anak tidak nyaman dan bisa menyebabkan dehidrasi berat pada anak.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi demam anak?

Seorang anak dikatakan sedang mengalami demam jika suhu tubuhnya mencapai angka 37° C atau lebih. Biasanya suhu tubuh anak naik-turun saat demam, lebih rendah pada pagi hari dan  lebih tinggi di malam hari. Kadang, bahkan anak sampai menggigil di malam hari karena suhu tubuh mulai naik. Hal ini membuat anak tidak dapat tidur dengan nyenyak pada malam hari. Inilah biasanya yang membuat para ibu khawatir.
 Tenang, saat anak demam, Anda sebagai orangtua dapat mengambil tindakan pertama sebagai upaya untuk menurunkan demam anak. Hal ini dapat Anda lakukan di rumah sebelum Anda memutuskan untuk membawanya ke dokte. Beberapa demam bisa sembuh hanya dengan perawatan di rumah, tidak perlu sampai membawanya ke dokter.
  
 Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan di rumah:
 
1. Kompres dengan air hangat
Mengompres anak dengan air hangat mungkin sebuah cara yang sering dilakukan orangtua untuk dapat membantu menurunkan demam anak. Ini merupakan sebuah cara yang sudah dipraktekkan turun-temurun. Sebenarnya, cara ini hanya dapat menurunkan demam anak sementara, bahkan juga mungkin tidak sama sekali dapat menurunkan demam pada beberapa anak. Beberapa anak mungkin juga tidak nyaman dengan kompresan di dahinya. Namun, cara ini masih bisa Anda lakukan sebagai upaya untuk menurunkan demam anak.

2. Mandi air hangat

Walaupun anak sedang demam, namun anak harus tetap mandi atau hanya di lap. Mandi air hangat (29,4-32,2° C) dianggap dapat membantu mengatasi demam anak. Air hangat yang mengenai kulit anak ketika mandi akan membantu mendinginkan tubuh dan membuat suhu tubuh anak sedikit menurun (1-2° C selama 30-45 menit). Jika Anda menggunakan air dingin untuk anak mandi, justru ini dapat membuat anak menggigil dan membuat suhu tubuh anak naik untuk mentolerir kedinginan yang dirasakan anak.

3. Bantu panas tubuh anak cepat keluar

Hal ini dapat dilakukan dengan memakaikan pakaian ke anak yang menutupi seluruh tubuhnya. Tidak harus memakai pakaian yang tebal, cukup dengan pakaian yang agak tipis tapi tertutup, dan selimuti anak. Pakaian yang terlalu tebal justru dapat mencegah panas tubuh anak keluar, sehingga demam anak bisa lebih tinggi. Pakaian yang lebih tipis dapat membantu panas dari dalam tubuh keluar lebih mudah.
Selain dari pakaian, Anda juga dapat membantu mengeluarkan panas tubuh anak dengan membuat suhu kamar anak senyaman mungkin untuk anak, sehingga anak tidak kedinginan atau kepanasan. Biarkan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk dapat memulihkan kondisi tubuhnya kembali, tetapi hal ini tidak perlu dilakukan dengan cara seharian berada di tempat tidur.

4. Minum air yang banyak

Tidak perlu langsung banyak dalam sekali minum, sedikit tapi lebih sering lebih baik dilakukan. Cara ini dapat membantu tubuh untuk lebih cepat mengeluarkan panas yang ada dalam tubuh. Minum air yang banyak juga dapat mencegah anak dari dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh) karena demam menyebabkan anak kehilangan banyak cairan dari biasanya. Selain minum air putih, anak juga bisa mendapatkan cairan dari makanan atau minuman lain, seperti sup, es krim, dan sebagainya. Selain untuk mencegah dehidrasi, es krim atau minuman dingin lainnya juga mampu membantu mendinginkan tubuh anak dari dalam, sehingga membantu mengatasi demam anak.Agar kehilangan cairan pada anak tidak bertambah parah, sebaiknya hindari anak dari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, maupun minuman bersoda. Minuman ini dapat membuat anak lebih sering buang air kecil.

5. Makan yang banyak

Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak saat demam. Sehingga, asupan makan yang banyak dapat membantu demam anak lebih cepat sembuh. Semakin tinggi demam anak, maka semakin besar pula kebutuhan gizi anak.
Biarkan anak makan berbagai makanan yang ia sukai. Intinya, agar anak mempunyai selera untuk makan. Biasanya nafsu makan anak berkurang saat ia demam, dan hal inilah justru yang dapat memperlambat kesembuhan anak. Tawarkan anak berbagai makanan, tapi jangan paksa anak jika ia tidak ingin memakannya. Jika ia lapar, pasti ia akan mencari makanan.

6. Minum teh herbal

Minum teh herbal, seperti teh jahe, chamomile, yarrow, elderflower, dan teh herbal lemon balm, dipercaya dapat mengatasi demam anak dan orang dewasa. Minuman ini dipercaya dapat memberi efek menenangkan dan juga dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan keringat. Pengeluaran keringat ini kemudian dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Anda dapat menambahkan madu sebagai pemanis jika Anda ingin. 

oke guys, terimakasih sekian yang dapat kami sampaikan semoga informasi ini bisa membantu.



























 Tips Dan Cara Yang Dapat Orangtua Lakukan untuk Memastikan Kesehatan Anak di Masa Depan

Selamat datang di blog kami kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang Tips Dan Cara Yang Dapat Orangtua Lakukan untuk Memastikan Kesehatan Anak di Masa Depan

Membesarkan anak yang sehat terdengar cukup sederhana. Tapi, dalam praktiknya tentu hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Pasalnya, lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan anak Lantas, sebagai orang tua apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatannya? Simak tipsnya dalam artikel ini.

1. Penuhi asupan nutrisinya

Pemberian asupan nutrisi yang tepat merupakan kunci menjaga kesehatan anak secara keseluruhan. Mengatur nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak sulit. Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak baik dari buah dan sayuran.

Ketika memasak di dapur, pilih metode memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, menumis, dan mengukus. Kurangi konsumi gula dan garam yang berlebihan  dan ganti menu camilan tidak sehat dengan semangkuk buah segar yang kaya akan vitamin. Perhatikan porsi makan anak, sajikan makanan di piring yang lebih kecil untuk menjaga porsinya. Yang terpenting, wajibkan anak sarapan setiap hari dan jangan lewatkan makan siang maupun makan malam.

2. Ajarkan untuk aktif bergerak

Kebanyakan anak-anak pasti suka sekali  menonton TV. Pada umumnya mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk  menyaksikan serial kartun favoritnya . Hal ini membuatnya menjadi malas bergerak, yang pada akhirnya  dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.

Ada baiknya ajak anak untuk membiasakan aktif berolahraga sedari dini. Dengan bertambahnya usia, akan lebih sulit untuk membangun kebiasaan anak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik.

Secara garis besar, olahraga  dapat membantu berbagai jaringan tubuh untuk berkembang, dan melatih tubuh agar dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan aktif bergerak, berbagai jaringan tulang, otot, dan persendian akan dapat menyerap nutrisi lebih baik sehingga dapat tumbuh menjadi lebih kuat.

3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri

Edukasi akan pengetahuan seksual yang diberikan sejak dini, akan mempermudah anak untuk  meningkatkan kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, juga penerimaan terhadap diri sendirinya secara positif. Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti bahwa hanya mereka yang bisa menjaga tubuh mereka sendiri agar selalu sehat, bersih dan terjaga. Misalnya dengan mengajarkan ia cara membersihkan dan merawat area kelamin dengan baik dan benar.

Jika Anda berbicara tentang menjaga kesehatan diri dan kelamin, berarti Anda juga siap untuk membicarakan masa pubertas pada anak. Anak perempuan perlu tahu tentang perkembangan payudara dan menstruasi. Anak laki-laki pun perlu tahu tentang ereksi dan mimpi basah. Jangan menganggap kedua hal tersebut tabu. Penting sekali untuk mengajarkan pendidikan seksual pada anak remaja Anda. Jika mereka tidak mendapatkan info dari Anda, mereka akan mendapatkan beberapa info tersebut dari sumber yang tidak jelas asalnya dan justru salah kaprah.

4. Lakukan imunisasi

Vaksinasi, atau yang juga disebut dengan imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit tertentu yang berfungsi untuk  memicu respon kekebalan tubuh anak. Sehingga, tubuh anak akan memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Nah, hal inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib yang diberikan secara gratis di Posyandu sejak bayi lahir, yaitu hepatitis B, BCG, polio, campak, dan Pentavalen (DPT-HB-HiB). Saat ini pemerintah juga telah menerapkan vaksinasi MR (Campak dan Campak Jerman) mulai tahun 2017 sebagai imunisasi program. Khusus vaksin pentavalen diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

5. Jadi panutan yang baik

Selain beragam hal yang sudah dijelaskan di atas, kunci dasar yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan anak adalah menjadi panutan yang baik. Ingat, perilaku anak mencontoh orang tua. Oleh karena itu, Anda pun dituntut untuk juga menerapkan hidup sehat secara keseluruhan. Jika Anda merokok, berhentilah merokok. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Jadikan diri Anda sebagai panutan yang baik untuk anak-anak kelak.

okke guys, sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.

                                                                                

Rabu, 16 Januari 2019

Benarkah Pemakaian Dot Justru Cegah Terjadinya Alergi pada Bayi 

selamat datang di blog kami, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai  Benarkah Pemakaian Dot Justru Cegah Terjadinya Alergi pada Bayi .


Dot selama ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi atau balita. Banyak peneliti yang menyebutkan bahwa dot bisa menyebabkan masalah pertumbuhan gigi dan kolik atau masalah pencernaan. Akan tetapi, baru-baru ini beredar kabar baik, dokter punya efek yang baik bagi kesehatan fisik si Kecil.

Dot selama ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi atau balita. Banyak peneliti yang menyebutkan bahwa dot bisa menyebabkan masalah pertumbuhan gigi dan kolik atau masalah pencernaan. Akan tetapi, baru-baru ini beredar kabar baik, dokter punya efek yang baik bagi kesehatan fisik si Kecil.

Saat dot terjatuh, ada orangtua yang mengisap dulu dot si bayi, kemudian memberikannya. Mungkin terdengar menjijikan bagi sebagian orang. Menurut penelitian, bayi yang menggunakan dot dan sering dibersihkan dengan cara dihisap oleh orangtuanya, memiliki antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang lebih sedikit.

Artinya, risiko mereka mengalami alergi seperti seperti asma juga rendah. Penelitian ini diikuti 128 ibu, cara membersihkan dot mereka terhadap anak-anaknya dianalisis. Ada yang dengan cara didihkan dengan air panas, mencuci dengan sabun, dan diisap.

Pengujian Saat Lahir

Tingkat IgE kemudian diuji saat lahir, enam bulan, dan 18 bulan. “ Dari data kami menemukan bahwa anak-anak yang dotya dibersihkan oleh orangtua mereka dengan cara diisap memiliki tingkat IgE yang lebih rendah sekitar usia 10 bulan sampai usia 18 bulan,” kata Dr. Abou-Jaoude, salah satu peneliti.

Tingkat IgE yang lebih rendah berkorelasi dengan penurunan risiko asma dan alergi. Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa beberapa tingkat paparan kuman pada usia dini justru menguntungkan anak-anak.
 
sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.


selamat datang di blog kami, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Libatkan Ayah Besarkan Anak Meski Sedang Berjauhan.

Menjalani perkawinan jarak jauh atau long distance marriage bukanlah hal mudah. Apalagi setelah buah hati lahir. Terpisah jarak ribuan kilometer dengan suami sambil membesarkan anak jadi tantangan tersendiri bagi Mommy Devina Anggraini dari Babyologist. Namun, ibu muda ini berhasil tetap melibatkan sang suami dalam tumbuh kembang anak mereka. Simak pengalamannya berikut ini.

Menjalani perkawinan jarak jauh atau long distance marriage bukanlah hal mudah. Apalagi setelah buah hati lahir. Terpisah jarak ribuan kilometer dengan suami sambil membesarkan anak jadi tantangan tersendiri bagi Mommy Devina Anggraini dari Babyologist. Namun, ibu muda ini berhasil tetap melibatkan sang suami dalam tumbuh kembang anak mereka. Simak pengalamannya berikut ini

Sebenarnya kalau anak masih bayi sampai usia dua tahun, belum terlalu merasa perlu kehadiran ayah, karena masih fokus ke ibunya. Jadi, kalau LDM saat anak-anak baru usia 2 tahun ke bawah masih adem-ayem.

Tips Menciptakan Peran Ayah Saat LDM

1. Buat anak merasa bahwa ayah terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan baginya

Beri ayah kesempatan untuk memutuskan hal-hal besar terkait dengan pengasuhan dan pendidikan anak, serta buat anak mengetahui bahwa keputusan tersebut berasal dari ayahnya. Misalnya saya mengajak Arthur untuk menelepon Papanya dan mengajak Arthur meminta izin kepada Papa untuk pergi jalan-jalan sama Mama. (Ini contoh kecil yang saya ajarkan kepada Arthur untuk selalu meminta izin kepada Papanya).

2. Selalu menyebut sikap Ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Biasanya saya selalu bilang ke Arthur kalau Papanya tidak suka Arthur memukul atau melemparkan barang. Misalnya dengan saya bilang seperti ini: "Arthur, ingat kata Papa kan, Arthur harus jadi anak baik. Papa tidak suka kalau Arthur lempar mainan seperti itu. Ayo diambil mainannya ya". Dengan berbicara seperti itu, Arthur akan selalu ingat pesan dan kata-kata dari Papanya.
 
3. Sebelum tidur selalu mengajak Arthur untuk melakukan Video Call dengan Papanya dan bercerita tentang kegiatan hari ini.

Biasanya Arthur belum bisa tidur kalau belum video call sama Papanya.Demikian tips menghadirkan sosok Ayah meskipun LDM versi saya Moms.

itulah informasi yang bisa kami sampaikan, semoga informasi yang kami sampaikan dapat bermanfaat terimakasih.

By :
Free Blog Templates