Selasa, 19 Februari 2019

Selamat datang diblog kami kali ini kami akan menyampaikan informasi tentang Gangguan Kesehatan yang Sering Terjadi Pada Bayi yang Baru Lahir.
Saat bayi lahir, tangisan pertama akan menandai kebebasannya. Selama minggu pertama, ada perubahan yang dialami si bayi untuk beradaptasi pada kehidupan. Pada saat yang bersamaan, daya tahan anak usia dini sangatlah lemah sehingga ia akan rentan terhadap beberapa penyakit.

Beberapa kondisi umum yang sering ditemukan pada bayi baru lahir:
 I.kterus (kuning)
Selama masa pasca melahirkan, bayi baru lahir melepaskan pigmen empedu yang menyebabkan kulit menguning. Ikterus (jakit kuning) terjadi pada hari ke 4-5 setelah kelahiran dan berakhir pada hari ke 9-10. Untuk bayi prematur, ikterus akan berlangsung lebih lama. Ikterus fisiologis pada neonatus adalah hal yang masih normal dan tidak menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak.

2. Penurunan berat badan

Ini terjadi 3-4 hari setelah kelahiran dan penyebabnya adalah perubahan lingkungan. Setelah 2 minggu menjalani perawatan intensif dan menyusu, bayi akan mendapatkan berat badannya yang semula dan beratnya akan mulai bertambah seiring berjalannya waktu. 
 
3. Bersin dan hidung tersumbat
Ini disebabkan oleh iritasi, seperti saat anak menghirup asap rokok, debu (hindari menempatkan kipas angin di kamar anak karena kipas dengan mudah menyebarkan debu dari satu tempat ke tempat lainnya), dan udara kering.

Untuk mencegah bersin dan hidung tersumbat pada anak, hindari iritasi (bulu hewan, asap rokok, debu), gunakan humidifier di dalam ruangan, gunakan semprotan hidung atau obat iritasi hidung. Tetes hidung adalah larutan natrium klorida 0,9% dan alat sedot hidung untuk anak-anak yang menggunakan bola karet disterilkan dengan air mendidih.

 4. Cegukan

Pada bayi dan dewasa, ada banyak cara untuk mengatasi cegukan. Namun, ibu tidak boleh menerapkan cara ekstrem pada bayi baru lahir seperti yang dilakukan oleh orang dewasa. Cegukan pada bayi akan menghilang secara alami tanpa perlu terlalu dikhawatirkan. Jika cegukan bayi berlangsung lama, sekitar 5-10 menit, ibu dapat memompa ASI ke sendok, dan menyuapi beberapa sendok ASI atau air putih dapat mengurangi kemungkinan bayi menyusu terlalu cepat.

5. Infeksi pernapasan

Ini disebabkan oleh virus atau bakteri dan sangat umum pada bayi.  Penyakit ini berlangsung selama satu atau dua minggu dengan hidung meler, demam, dan tidak menyusu untuk beberapa hari, yang dapat bertahan sekitar 2-3 minggu. Gejala yang lebih serius memerlukan perawatan dokter. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Bayi baru lahir bernapas melalui paru-paru dan gaya pernapasan perut mereka berbeda dari orang dewasa, dengan apnea (kondisi tidak bernapas) ringan yang sesekali terjadi karena pusat pernapasan yang tidak responsif. Rata-rata kenaikan denyut jantung adalah 130 denyut per menit. Sel darah merah pada bayi bertambah dan kemudian berkurang. Selain itu, usia sel darah ini lebih pendek untuk menyesuaikan keadaan hidup mandiri dari tahap sebelumnya dalam kandungan ibu.

Oleh karena tubuh muda rentan terhadap hipotermia, maka penting untuk selalu menghangatkan bayi. Sistem pencernaan bayi dapat mulai mencerna segera setelah lahir, dan penting untuk menyusui bayi tepat setelah kelahiran.

terimakasih sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.

postby.novifitri28








Rabu, 13 Februari 2019

Tips Membuat Anak Lebih Bahagia

Selamat datang di blog kami, kali ini kami akan menyampaikan informasi tentang Tips Membuat Anak Lebih Bahagia.

Apa yang bisa orang tua lakukan agar anak melewati masa kecilnya dengan bahagia?

1. BAHAGIA DULU
Ya, Anda dan pasangan perlu berkomitmen untuk berbahagia terlebih dulu. “Karena bahagia itu menular,” begitu menurut British Medical Journal. Selain itu, Sean Grover, L.C.S.W., psikoterapis dan penulis buku When Kids Call the Shots: How to Seize Control from Your Darling Bully and Enjoy Being a Parent Again, yang dilansir dari psychologytoday.com, juga menuturkan pentingnya "Happy Parents, Happy Kids". Ini merupakan pesan sederhana, yakni orang tua bertanggung jawab menjadi orangtua yang bahagia, lalu menunjukkan, serta menularkan gaya hidup yang bahagia tersebut kepada anak dalam hidup sehari-hari. Salah satu caranya, dengan melakukan hal yang menyenangkan dan sering tertawa bersama anak.

2. PERLIHATKAN CINTA
Amy Bohnert, psikolog dan peneliti perkembangan anak dari Loyola University Chicago, Illinois, AS, mengungkapkan, terdapat banyak cara dan, tentunya berbeda-beda, dalam seni mengurus anak. Tak ada formula tepat yang bisa disamakan kepada setiap anak, namun hal paling mendasar adalah orang tua yang menunjukkan cinta yang hangat kepada anak-anaknya, akan membuat rasa bahagia, nyaman dan aman bagi si kecil. Misalnya, Anda selalu memilih menggunakan kata-kata positif setiap hari ketika berinteraksi dengan anak.
 
3. MENANAMKAN SIFAT OPTIMIS
Memiliki sifat optimis berkaitan dengan hidup yang bahagia. Demikian ujar Christine Carter PH.D., salah satu penulis buku Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents. Kenalkan dan ajarkan anak untuk selalu optimis serta mengajarkan anak melihat sisi baik dari tiap pengalaman yang tidak menyenangkan. Misalnya, saat tidak bisa bersepeda karena di luar sedang hujan. Sisi baiknya, Anda dan si kecil jadi bisa menghabiskan waktu di dalam rumah. Misalnya, dengan belajar membuat kue kering bersama.
 
4. AJARKAN KECERDASAN EMOSIONAL
Kenalkan si tiga tahun mengenai macam-macam emosi, serta cara mengendalikannya. Misal, ketika ia sedang cemberut, karena tidak Anda belikan mainan yang ia minta. Tanyakan, “Kenapa kamu cemberut, Nak? Kamu kesal karena Mama tidak belikan mainan, ya?” Dengan demikian, anak belajar mengenal emosi yang sedang ia alami, serta penyebabnya. Kenalkan juga emosi lain, seperti senang maupun marah. Setelah mengenali emosi, ajarkan si kecil untuk bisa mengontrol emosi yang ia sedang alami. Misalnya, daripada marah dan merengek tanpa henti, ia mesti belajar bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang sedang ia inginkan.
 
5. KONTROL DIRI
Menjadi bahagia bukan berarti bebas melakukan apa saja sebebas-bebasnya, tanpa batasan. Tanamkan juga kepada si kecil konsep disiplin. Kedisiplinan bukan hanya berkaitan dengan kehidupan yang sukses kelak, namun juga terhadap kebahagiaan. Buktinya adalah hasil dari Marshmallow Test, yakni penelitian yang dilakukan Psikolog Walter Mischel pada tahun 1960-an kepada balita. Tes ini memberikan satu marshmallow dan meminta balita memilih, yakni sabar menunggu, sebab akan diberi satu buah lagi atau bila ingin segera memakannya pun tidak masalah. Menurut hasil penelitian tersebut — anak-anak yang yang diteliti kini telah berusia 40–50-an — mereka yang mendapat dua marshmallow mampu menyelesaikan studi tepat waktu, berpenghasilan lebih tinggi, serta tidak mengalami overweight. Balita yang mampu belajar mengontrol diri akan membantu ia mengatasi gangguan yang terjadi. Ia jadi tidak mudah terganggu dan menjadi pribadi yang bahagia.
 
6. MORE PLAYTIME!
Bermain sendiri maupun dengan teman sama menyenangkannya, serta kaya manfaat. Mengasah gerak motorik dan melatih empati merupakan hal lain. Christine Carter menyebutkan, dengan bermain, si kecil sebetulnya sedang mempraktikkan mindfulness, yakni memusatkan fokus secara penuh terhadap apa yang sedang dilakukan saat ini (living in the moment). Hal ini merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan sebagai terapi, ketika sedang berada di bawah tekanan. Untuk itu, biarkan si kecil bereksplorasi dengan mainan dan imajinasinya!

7. BERMAIN DENGAN TEMAN
Ajarkan si kecil bersosialisasi, meski ia tergolong tipe yang senang sendiri maupun pemalu. Menurut psikolog Sandee McClowry dari New York University, AS, sifat pemalu memang merupakan salah satu karakter, maka perlu cara khusus untuk membuat ia mau berteman. Caranya antara lain dengan mengajak ia bermain dengan anak yang lebih muda, atau memberi ia tugas menyambut tamu di rumah. Dengan memiliki teman bermain, anak belajar banyak hal yang membuat hidup lebih berwarna, yang menjadi modal untuk merasa bahagia. Empati anak juga akan terasah. Misalnya, ketika temannya sedih, ia akan menghibur atau berbagi ketika teman tidak membawa bekal. Berikan
petunjuk praktis, misalnya dengan menyapa orang lain atau bergabung dengan teman yang sedang bermain.

8. LINGKUNGAN YANG BAHAGIA
Laura Kubzansky, profesor ilmu sosial dan perilaku dari Harvard School of Public Health, AS, mengungkap, faktor keturunan (gen) dari orang tua yang berbahagia memiliki pengaruh yang besar untuk menghasilkan anak-anak yang berbahagia pula. Namun tidak cukup sampai di situ, sebab lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan psikologis. Dalam bukunya, Christine Carter menyebutkan, banyak penelitian mengungkap hubungan kecenderungan orang yang bahagia adalah orang-orang yang jarang menonton TV. Meski belum diketahui apa hubungannya, namun dengan tidak terlalu sering terpapar TV, maka si kecil jadi bisa melakukan aktivitas aktif lain.

9. MEMOTIVASI ANAK
Adalah sah, menginginkan anak menjadi seperti yang orang tua harapkan. Umumnya orang tua berharap anak-anaknya dapat tumbuh cerdas dan sejahtera kelak. Maka, mengajarkan anak disiplin itu perlu, namun hindari bila terlalu berlebihan, apalagi sampai memaksa anak. Sebuah penelitian dari Journal of Personality menyebutkan, orang tua yang terlalu memaksa anak melakukan sesuatu agar bisa memperoleh nilai tinggi di sekolah, lebih rentan menjadi pribadi yang sangat kritis terhadap diri sendiri (terlalu menyalahkan diri sendiri, bila suatu kali gagal), berisiko mengalami kecemasan dan depresi. Hal ini tentu merenggut kebahagiaannya.

10. WAKTU YANG BERKUALITAS
Saat Anda mengobrol dengan si kecil, Anda jadi bisa tahu apa saja yang terjadi hari itu kepadanya, selama Anda di kantor seharian ini. Dongeng yang menarik yang diceritakan oleh guru di sekolah, bermain permainan baru dan seru dengan teman, dan menu makan siang di sekolah yang enak, misalnya. Di tengah kesibukan pagi, Anda tetap bisa mengajak ia bicara di meja makan, atau saat mengantar ia ke sekolah. Dan, hari si kecil akan semakin lengkap dan bermakna, jika malam hari ditutup dengan makan bersama, lalu mengantar ia tidur. Itu semua akan membuat si kecil merasa diperhatikan dan menumbuhkan perasaan bahagia.

11. DENGARKAN SUARANYA
Berikan si kecil tempat untuk didengarkan suaranya. Misalnya, dengan membiarkan ia menentukan menu makan siang hari ini, ide aktivitas di akhir pekan nanti akan menghabiskan waktu di mana, pakaian yang akan ia kenakan, dan sebagainya. Yang tak kalah penting pula adalah mendengarkan dan selalu menjawab segala pertanyaan ajaibnya, seperti mengapa adik harus minum susu, kenapa Mama harus pergi kerja, dan sebagainya. Hal ini bisa membuat si kecil jadi merasa dihargai serta bahagia.
12. BIASAKAN BAHAGIA
Jadikan bahagia sebagai gaya hidup. Sebab, bila sudah menjadi kebiasaan, hal ini tentu menjadi hal yang otomatis terjadi sehari-hari. Tantang diri Anda dan si kecil untuk menerapkannya setiap hari. Christine Carter menyebutkan salah satu yang membiasakan agar terbiasa hidup bahagia, yakni membuang jauh-jauh gangguan atau mencegah hal yang bisa membuat tidak bahagia.

terimakasih sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat. 

postby.novifitri28


 
 

Kamis, 07 Februari 2019

Manfaat Bayam Untuk Bayi

Selamat datang diblog kami, kali ini kami akan menyaimpaikan informasi tentang Manfaat Bayam Untuk Bayi.

Seorang Ibu tentu sangat ingin menjaga kesehtan bayinya baik dari segi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal tersebut tentu tidak lepas dari peran atau faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor penting adalah asupan nutrisi. Dalam memilih asupan nutrisi untuk bayi tentu lebih ribet bagi seorang Ibu. Sebab kekurangan asupan nutrisi dapat menyebabkan anak akan mengalami kekurangan nutrisi yang mengakibatkan gangguan gizi dan kemudian berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Di lain sisi, pemberian makanan sebagai sumber nutrisi yang diberikan secara asal tanpa pertimbangan justru akan membuat masalah baru bagi bayi. Hal yang tersering adalah terjadinya gangguan pencernaan bagi bayi. Oleh karenanya para Ibu atau Orang Tua perlu lebih teliti dan berkonsultasilah dengan dokter atau bidannya ketika akan memberikan saupan dari makanan tambahan.
Salah satu sumber nutrisi yang penting bagi tubuh termasuk bayi adalah sayuran. Sayuran dapat diberikan pada bayi setelah bayi mencapai usia yang dapat diberikan makanan tambahan ini. Salah satu contoh sayuran hijau yang mudah dan sering didapatkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sayur bayam. Diketahui bahwa bayam memiliki kandungan vitamin A (betakaroten), vitamin B, vitamin C, asam folat, kalsium, fosfor, mangan dan zat besi. Di Indonesia, sayur bayam sendiri sejak lama dikenal sebagai sumber gizi dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Oleh karenanya mengkonsumsi sayur bayam merupakan kebiasaan yang baik karena membrikan keuntungan akan manfaat kandungannya termasuk pemberiannya kepada bayi.

Adapun manfaat bayam untuk bayi antara lain: 

1. Sebagai makanan tambahan
Pada usia diatas enam bulan biasanya bayi mulai dapat diberikan makanan pengganti ASI (MPASI). Tujuan hal ini adalah untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak dapat lagi hanya dipenuhi oleh ASI ataupun susu formula. Oleh karenanya deiperlukan mekanan pengganti ASI sebagai selingan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat menyusui. Pada awalnya bayi mulai dapat diberikan bubur saring yang semakin bertumbuuhnya bayi, maka semakin kompleks kebutuhan nutrisi bayi. Oleh karenanya dengan semakin bertumbuhnya bayi, diperlukan penambahan sayuran seperti bayam kedalam makanan pengganti ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

2. Menjaga kesehatan kulit
Bayam dikatakan dapat menjaga kesehatan kulit, dikarenakan kandungan kandungan vitamin yang dimiliki bayam berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit. Hal ini sudah lama dimanfaatkan bagi Wanita yang ingin menjaga kehalusan kulit, sehingga beberapa orang sering memasukkan bayam menjadi menu hariannya karena alasan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka bayam juga tentu dapat memberikan efek yang sama pada bayi, tentunya bertujuan agar menjaga kehalusan kulit bayi.
 
3. Manjaga sistem saraf
Bayam memiliki manfaat kecil dalam menjaga kesehatan saraf. Kandungan magnesium yang dimiliki bayam dapat membantu dalam menjaga konduksi saraf. Sistem konduksi saraf sangat penting dalam proses pengiriman impuls. Impuls sendiri sangat penting dalam proses perkambangan bayi, dimana bayi akan menangkap atau merespon stimulasi yang diberikan dan ditangkap menjadi impuls saraf untuk kemudian diolah di otak. Magnesium sendiri dikembangkan sebagai obat yang berperan mengobati epilepsi, iritabilitas saraf serta kaku otot.

4. Menjaga fungsi sel dan DNA tubuh
Pada bayi, perkembangan tubuh atau sel tubuh dapat berlangsung cepat. Kandungan asam folat pada pemberian bayam dapat memberikan menfaat menjaga fungsi DNA yang membawa materi genetik sel. Asal folat sendiri juga berperan dalam perbaikan rantai DNA dan RNA serta berperan dalam proses pembelahan dan pertumbuhan sel pada tubuh.
 
 5. Menjaga kesehatan mata
Kandungan vitamin A dalam bayam termasuk tinggi. Seperti yang kita ketahui, bahwa vitamin A sendiri bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata. Banyak orang yang baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata setelah mengalami adanya gangguan penglihatan. Padahal hal tersebut sebenarnya bisa dihindari dengan melakukan pencegahan. Salah satu pencegahan gangguan penglihatan adalah dengan menjaga kesehatan mata. Oleh karenanya pemberian bayam pada bayi juga termasuk dalam salah satu pencegahan berupa menjaga kesehatan mata bayi.

6. Menurunkan angka gangguan pencernaan
Salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada bayi adalah sembelit. Sembelit terjadi akibat kurang lancarnya pencernaan pada bayi. Seperti yang kita ketahui, segala jenis sayuran termasuk bayam merupakan salah satu sumber serat yang penting untuk pencernaan. Serat sendiri berperan dalam melancarkan pencernaan, sehingga orang yang sering mengkonsumsi sayuran dapat terhindar dari sembelit, termasuk bayi. Selain itu, memberikan sayuran sejak dini (pada usia bayi) juga secara tidak langsung Orang Tua mulai membiasakan anaknya/bayinya untuk menyukai menu sayuran. Sebab saat ini banyak anak yang terus tumbuh dengan resiko obesitas sesuai bertambahnya usia yang diakibatkan salah satunya adalah karena kesalahan pola makan, misalnya mengkonsumsi makanan yang kurang serat. Diketahui rata-rata anak tidak suka sayuran dikarenakan tidak terbiasa dengan rasa sayuran karena memang tidak terbiasa memakannya sejak kecil.
 
7. Pertumbuhan tulang
Pada bayi diketahui memiliki pertumbuhan tubuh yang cepat, dalam hal ini termasuk pertumbuhan tulang. Seperti yang diketahui, pertumbuhan tulang dapat berjalan normal atau lebih cepat tentunya berdasarkan suber nutrisi yang dikonsumsi. Salah satu zat penting yang diperlukan tulang adalah kalsium. Dalam bayam, dapat pula detemukan kandungan kalsium (walaupun bukan sumber kalsium utama) yang juga diperlukan dalam pertumbuhan tulang tersebut. Hal ini cukup membantu sebagai sumber kalsium, mengingat bayi belum dapat sembarangan diberi makanan tambahan yang mengandung tinggi kalsium karena kemungkinan masih belum dapat dicerna dengan baik jika diberikan. 

8. Mencegah anemia
Walaupun kasus anemia pada bayi sangat jarang, kecuali bila ada penyakit penyerta. Manfaat bayam antara lain dapat mencegah terjadinya anemia. Hal ini dikarenakan seseorang yang mengalami anemia tentu karena kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Salah satu zat penting dalam menyusun hemoglobin adalah zat besi. Di dalam tubuh, zat besi akan diolah untuk membentuk ikatan heme dan globin menjadi hemoglobin. Kekurangan zat besi sendiri menyebabkan sumber pembentukan sel darah merah, sehingga dapat terjadi anemia defisiensi besi. Oleh karena hal tersebut, biasanya orang-orang mengobatinya atau mencegah hal tersebut dengan sering mengkonsumsi bayam. Sebab di dalam kendungan bayam terdapat zat besi. Dikatakan bahwa bayam merupakan salah satu sayuran dengan kandungan zat besi tertinggi.

9. Manjaga kesehatan jantung
Mungkin pada bayi kasus penyumbatan pembuluh darah jantung hampir tidak pernah didapatkan. Namun pemberian bayam sendiri berperan dalam menjaga kelainan tersebut dikarenakan kandungan dari magnesium pada bayam. Magnesium diketahui memiliki salah satu menfaat yaitu mencegah terjadinya penggumpalan darah. Jika penggumpalan darah terjadi maka dapat masuk kedalam aliran darah kecil dijantungdan dapat menyumbat aliran darah tersebut. Akhirnya akan terjadi hambatan aliran darah menyebabkan transport oksigen akan terhambat pula. Sehingga dapat menyebabkan sel-seljantung mati dan terjadi penyakit jantung koroner. Pemberian bayam sendiri pada bayi juga menjadi salah satu pencegahan hal tersebut ketika telah tumbuh dewasa nanti.

oke moms. sekian informasi yang dapat kami sampaikan seputar Manfaat Bayam Untuk Bayi semoga bermanfaat!

postby.novifitri28


 

 

 
 

 

Selamat datang diblog kami, kali ini kami akan menyampikan informasi tentang Waspadai Bahaya Makanan Manis Bagi Kesehatan Si Kecil!
Makanan dengan rasa manis memang menarik si kecil sehingga hal ini sulit untuk dihindari. Padahal mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan dalam jangka panjang beresiko terhadap gangguan kesehatan.

Dalam hal ini peran penting Anda sebagai orangtua adalah memberikan kontrol bagi anak sehingga tidak mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan.

Nah apa saja sih bahaya yang mengancam si kecil jika mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan? Simak yang berikut ya moms!

1. Gizi tidak berimbang
Ketika masuk kedalam tubuh, gula akan dirubah menjadi energi dan membuat si kecil kenyang lebih lama. Nah, kondisi ini akan menurunkan nafsu makan si kecil sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi. Padahal tubuh si kecil membutuhkan asupan nutrisi lain seperti lemak, vitamin, protein, mineral dan nutrisi lainnya.

2. Kerusakan gigi

Kandungan gula yang tinggi secara perlahan akan menyebabkan kerusakan pada lapisan gigi si kecil. Hal ini terjadi karena sisa makanan manis akan memicu bakteri sehingga menyebabkan asam pada gigi yang menyebabkan gigi berlubang.

3. Diabetes

Sudah bukan rahasia lagi jika makanan manis adalah salah satu pemicu timbulnya penyakit gula darah. Nah, jika si kecil memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula berlebih maka bukan tidak mungkin akan terkena penyakit ini di usia muda. Maka dari itu berikan kontrol terhadap anak dalam mengkonsumsi makanan manis.v

4. Obesitas

Asupan gula berlebih berarti kalori tubuh meningkat sehingga hal ini beresiko menyebabkan terjadinya penimbunan lemak di dalam tubuh. Lama kelamaan akan memicu resiko obesitas atau kelebihan berat badan.

5. Kanker pankreas

Mengkonsumsi makanan atau minuman manis dengan kandungan gula yang cukup tinggi bisa memicu penyakit kanker pankreas. Hal ini sangat rentan menyerang anak-anak usia dini jika tidak segera ditangani secepat mungkin. Berikan batasan pada anak dalam mengkonsumsi makanan manis.

6. Sugar rush

Sugar rush terjadi saat balita mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti donat, bolu, cupcakes, atau muffin. Makanan ini cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat cepat lalu turun lagi. Kenaikan gula darah ini memompa energi balita dan berdampak buruk pada konsentrasinya. Jaga dan batasi asupan makanan anak yang mengandung gula tinggi. Cobalah berikan kue buatan sendiri atau buah-buahan sebagai gantinya.

7. Kehilangan nafsu makan
Apa yang terjadi jika balita makan makanan manis sebelum jam makan? Makanan manis memiliki kalori tinggi sehingga memberikan efek kenyang sesaat. Dampaknya? Balita pasti malas makan karena sudah merasa kenyang. Karena itu, hindari memberikan makanan manis apa pun sebelum jam makan. Anda dapat membuat jadwal kapan anak boleh makan makanan manis.

8. Menurunkan kemampuan otak
Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak. Maka dengan mengonsumsi banyak gula, sel-sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat. Sehingga anak akan malas belajar dan kesulitan menangkap pelajaran.

9. Dugaan hiperaktif

Pada tahun 1973, Benjamin Feingold, seorang ahli alergi, mengatakan bahwa gula dan pewarna buatan memperburuk dan memicu hiperaktif pada anak. Beberapa orang tua juga melaporkan bahwa anak-anaknya yang berkebutuhan khusus, menjadi hiperaktif setelah mengkonsumsi berbagai makanan terutama permen dan makanan yang manis-manis.
Ini menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk membatasi asupan
makanan manis seperti cokelat, permen, dan kue kepada anak-anaknya, terutama pada malam hari. Mereka percaya bahwa anak-anak mereka mengalami kesulitan untuk bersantai atau tidur setelah mengkonsumsi gula pada malam hari. Namun, keterkaitan antara gula dan hiperaktivitas pada anak-anak masih menjadi bahasan yang kontroversial sampai saat ini.

10. Dampak adiktif atau kecanduan

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi juga akan membuat anak kecanduan. Mereka akan meminta lagi dan lagi. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan energinya, anak bisa mendapatkannya dari karbohidrat  kompleks yang jauh lebih sehat.

Karena efek candu inilah, semakin banyak gula yang masuk ke dalam tubuh anak, semakin tinggi pula keinginan si kecil untuk menyantap yang manis-manis. Pasalnya, konsumsi gula berlebihan akan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah, yang kemudian diikuti dengan produksi hormon insulin dalam jumlah besar. Kelebihan kadar insulin dalam darah inilah yang kemudian memicu sensor pada otak untuk menyantap gula lebih banyak lagi.

Nah moms, sudah tahukan bahaya yang mengintai anak jika mereka terbiasa mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan? Pada dasarnya makanan manis tidak dilarang, hanya saja harus dibatasi supaya tidak membahayakan kesehatan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, 10% sama nilainya dengan 4-5 sendok teh gula. Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun, 10% sama artinya dengan 5-8 sendok teh gula.

So moms, mulai sekarang berikan makanan manis secukupnya saja ya, sesuai jumlah yang direkomendasikan. Jangan lupa berikan anak asupan gizi yang seimbang dengan memberinya sayuran dan aneka buah. Untuk menambah kebugarannya, biasakan si kecil rutin berolahraga. Karena kalau bukan kita yang menjaga kesehatan anak-anak, siapa lagi? So keep your kids healthy and happy moms! 

postby.novifitri28





Rabu, 06 Februari 2019

Selamat datang diblog kami, kali ini kami akan mentyampikan informasi tentang Jenis Jenis Makanan yang Mesti Dihindari Anak Saat Batuk.


seringkali terserang batuk. Penyebabnya bisa karena infeksi saluran pernapasan, alergi debu, paparan polusi, asma, dan lainnya. Batuk itu sendiri merupakan respon tubuh, untuk membersihkan lendir maupun bahan iritan lain seperti debu, saat mendeteksi adanya gangguan dari luar tubuh sebagai fungsi alami sistem pertahanan.

Meskipun alami, tapi batuk bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, dan bila tidak diatasi dengan baik justru bisa semakin parah. Saat Anak batuk, coba berikan ramuan alami yang terdiri dari air perasan lemon dan madu, untuk meredakan batuk ringan. Pilah-pilih asupan yang dikonsumsi si kecil, agar batuk tidak kian berat, Moms. Di antaranya:

1.Makanan Manis

Makanan yang mengandung gula tinggi, dapat memperburuk radang tenggorokan. Gula yang terdapat dalam makanan manis, dapat menempel pada tenggorokan, dan sebaliknya susah untuk lepas dari dinding tenggorokan, alhasil membuat tenggorokan tidak nyaman dan terasa gatal. Selain itu, kandungan gula dalam permen yang menyebabkan terganggunya kerja sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan susahnya penyembuhan batuk dan dapat meningkatkan produksi lendir.
2.Makanan Berminyak

Makanan berminyak seperti gorengan dan kerupuk, memang lezat tapi justru dapat memperburuk batuk kering. Alasannya makanan yang digoreng bisa membuat tenggorokan anak semakin kering dan membuat tenggorokan bertambah sakit.
 
3.Minuman Dingin
Minuman dingin bisa memicu radang tenggorokan dan batuk lebih parah, karena minuman dingin bisa meningkatkan aktivitas pembuluh darah di tenggorokan. Sebaliknya, berikan anak minuman maupun makanan yang hangat karena bisa melegakan tenggorokan, melancarkan aliran lendir di rongga hidung sehingga dapat menghambat perkembangan virus.

4.Asupan Pencetus Alergi
Hindari asupan pencetus alergi yang bisa menyebabkan anak batuk. Adapun makanan pencetus alergi pada tiap anak bisa berbeda, misalnya pada kacang dan makanan laut.

5.Makanan Peningkat Asam Lambung

Bila anak memiliki keluhan refluks asam lambung, maka hindarkan anak dari makanan yang bisa mencetus asam lambung jadi naik, seperti makanan pedas, minuman asam, dan cokelat.  
terimakasih sekian informasi yang dapat kami sampikan seputar Jenis Jenis Makanan yang Mesti Dihindari Anak Saat Batuk. semoga bermanfaat.

postby.novifitri28



 


 

 

 

selamat datang diblog kami, kali ini kami akan menyampaikan informasi tentang Apakah Boleh Makanan Bersantan untuk Bayi?

Santan atau cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa mempunyai kandungan lemak yang dapat membuat makanan terasa gurih. Santan dapat dijadikan tambahan ketika memasak atau membuat kue. Meskipun rasa gurih secara alami dari kelapa akan tetapi pencernaan bayi masih belum sempurna dalam menerima beberapa makanan termasuk santan, oleh karena itu pemberian santan sebaiknya tidak diberikan pada usia bayi 6 bulan. Anda dapat menunggu sampai usia bayi anda 9 bulan dalam memberikan makanan bersantan.
 
Pada usia bayi 9 bulan, anda dapat membuat MPASI berupa tim dengan campuran sayuran yang diberi satu sendok makan santan. Sayuran memang sangat dibutuhkan dalam memberikan vitamin dan mineral dalam pertumbuhan bayi anda. Kandungan sayuran yang kaya akan vitamin akan lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Sebaiknya hanya membuat makanan bersantan untuk satu porsi saja, apabila disimpan dalam suhu ruangan akan mudah basi dan mengganggu kesehatan pencernaan bayi anda.

Berikut adalah beberapa manfaat santan untuk tubuh : 

1. Santan sumber lemak yang bergizi Kandungan lemak yang ada di dalam santan merupakan sumber kalori paling tinggi dimana akan memberikan kelengkapan nutrisi pada bayi meskipun demikian tidak semua pencernaan bayi akan menerimanya sehingga anda dapat memberikan MPASI dengan tambahan santan pada usia 9 bulan ke atas.

2. Melancarkan metabolisme tubuh Lemak yang alami terdapat di dalam santan, pada usia bayi 9 bulan dapat diperkenalkan pada bayi. Kandungan lemak santan dapat melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh pada bayi, meskipun demikian anda harus membatasi dalam jumlah yang wajar dikarenakan pencernaan bayi masih rentan.

3. Membantu penyerapan vitamin Santan tidak saja baik untuk tubuh anak anda melainkan untuk membantu dalam penyerapan vitamin salah satunya vitamin A, E, D, dan K secara optimal. Sehingga pemberian secara teratur dan dalam jumlah wajar dapat anda tambahkan pada MPASI anak anda yang berusia 9 bulan.

4. Lemak sangat membantu pembentukan organ Kandungan lemak santan dapat membantu dalam pembentukan empedu, jaringan otot, hati, ginjal, kelenjar adrenalin dan juga plasma darah pada bayi. Pada beberapa kondisi bayi mungkin saja tidak dapat mencerna santan, sehingga anda dapat menghentikan pemberian santan pada MPASI bayi.

5. Zat penting dalam meningkatkan kecerdasan Santan memiliki zat penting dalam perkembangan sel otak salah satunya dapat meningkatkan kecerdasan anak. Walaupun sebaiknya pemberian makanan bersantan sesuai menu keluarga sebaiknya diberikan pada usia anak 1 tahun, selain itu jangan berikan anak anda makanan dengan bumbu yang tajam dan teksturnya yang sulit dicerna oleh anak anda.

terimakasih sekian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.


Selasa, 05 Februari 2019

Selamat datang di blog kami kali ini saya akan menyampiakan informasi tentang  Buah-buahan Terbaik untuk Dikonsumsi Bayi
ASI adalah sumber gizi terbaik untuk bayi. Namun setelah enam bulan, Anda secara perlahan harus sudah mulai memperkenalkan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI untuk si kecil. Itu sebabnya makanan yang diberikan pun harus bergizi agar bayi memiliki pertumbuhan sehat nantinya.
Tapi masalahnya, Anda tidak bisa sembarangan memberikan makanan si kecil. Pasalnya, mereka masih sulit untuk menelan dan mencerna makanan yang sifatnya keras. Hmm… lalu apa, ya, makanan yang bergizi, mudah dimakan, tapi tetap lezat?

Jawabannya adalah buah-buahan. Yap! Buah-buahan murni memang mudah untuk disajikan, kaya vitamin dan nutrisi, juga memiliki rasa yang lezat. Berikut beberapa buah untuk bayi yang baik untuk dikonsumsi.

1. Apel

Apel memiliki banyak kandungan gizi seperti kalium, fosfor, kalsium, magnesium, vitamin A, dan vitamin C dan mineral lainnya yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Apel selain mudah dicerna, juga tidak menyebab alergi untuk si kecil. Anda dapat memberikan apel pada si kecil di bulan kelima atau keenam.

2. Pisang

Anda sebenarnya bisa memperkenalkan pisang mulai dari usia si kecil empat bulan, namun idealnya usia yang direkomendasikan untuk memulai makanan padat adalah enam bulan. Pisang merupakan buah untuk bayi yang sering dijadikan makanan pendamping ASI terbaik. Pasalnya, buah ini memiliki tekstur yang lembut dan halus, jadi tidak menyulitkan si kecil untuk melumat ataupun mencerna. Selain itu, buah pisang gampang didapatkan dengan harga yang relatif murah.
Anda bisa memilih pisang ambon, pisang emas, ataupun pisang susu. Yang terpenting, pilihlah pisang yang sudah matang jika akan diberikan pada bayi.

3. Alpukat

Buah untuk bayi lainnya adalah alpukat. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh dan vitamin E. Selain itu, alpukat memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang enak sehingga pas untuk dijadikan sebagai makanan pendamping ASI.
 

4. Kiwi

Buah kiwi kaya akan serat dan vitamin A dan C. Namun, sifat asam kadang bisa menyebabkan ruam popok atau ruam mulut pada bayi. Oleh karena itu, berhati-hati untuk melihat adanya tanda-tanda alergi ketika Anda memberikannya kepada bayi untuk pertama kalinya.
 
 5. Pepaya

Pepaya selain manis dan lezat juga kaya akan folat, serat, dan vitamin A, C dan E. Kandungan serat  dan enzim papin yang terdapat di dalam pepaya sangat bagus untuk pencernaan bayi. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan pepaya sebagai obat alami untuk mengatasi masalah sembelit.
 
 6. Jambu biji

Jambu biji kaya akan vitamin C dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat makanan dalam buah ini juga bisa meningkatkan kesehatan pencernaan.

sekian infrmasi yang dapat kami sampai kan semoga bermanfaat terimakasih.






By :
Free Blog Templates